Siapakah orang yang bangkrut?
Materi disampaikah oleh:
H. Khozin, MA (Kepala SMP Islam Al Azhar 22 Sentra Primer Jakarta)

Dalam kehidupan dunia, seseorang yang bangkrut biasanya diartikan sebagai orang yang kehilangan harta dan tidak memiliki aset untuk melunasi utangnya. Namun, dalam perspektif Islam, kebangkrutan yang lebih besar adalah kebangkrutan di akhirat. Rasulullah ﷺ menjelaskan tentang siapa sebenarnya orang yang benar-benar bangkrut dalam hadis berikut:
،انَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: “أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟” قَالُوا: “الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ.” فَقَالَ: “إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ.”**

*Artinya:*
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tahukah kalian siapa yang disebut orang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi dia juga datang dengan membawa dosa karena telah mencela orang ini, menuduh dan memfitnah orang itu, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang, dan memukul orang lain. Maka, akan diberikan kepada orang-orang yang dizaliminya sebagian dari kebaikannya. Jika kebaikannya sudah habis sebelum seluruh tanggungannya terbayar, maka diambilkan dosa-dosa mereka (yang dizalimi) dan dibebankan kepadanya, lalu ia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim, No. 2581).

Makna Hadis*
Hadis ini memberikan peringatan kepada umat Islam bahwa kebangkrutan sejati bukan hanya tentang kehilangan harta di dunia, tetapi tentang kehilangan pahala di akhirat. Orang yang tampaknya taat beribadah bisa menjadi bangkrut jika ia sering menzalimi orang lain. Akibatnya, amal salehnya akan diberikan kepada korban-korbannya, dan jika tidak cukup, dosa-dosa mereka akan dibebankan kepadanya hingga akhirnya ia masuk neraka.

Pelajaran dari Hadis Ini

1. Ibadah ritual tidak cukup – Shalat, puasa, dan zakat harus diiringi dengan akhlak yang baik kepada sesama manusia.
2. Hak manusia harus dipenuhi – Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hak orang lain, baik dalam ucapan maupun perbuatan.
3. Konsekuensi perbuatan di dunia – Segala bentuk kezaliman, baik berupa ucapan (seperti menghina) maupun tindakan (seperti memukul atau merampas hak), akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
4. Keadilan di akhirat– Allah akan menegakkan keadilan mutlak, di mana setiap kezaliman akan dibalas dengan seadil-adilnya.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita harus berhati-hati dalam bertindak dan berbicara agar tidak menzalimi orang lain. Jangan sampai amal ibadah kita sia-sia karena kesalahan dalam memperlakukan sesama manusia.

==========================================

Ayah dan Bunda…
silahkan daftarkan putra/putrinya
untuk bersekolah di SMP Islam Al Azhar 22
tahun pelajaran 2026/2027 telah dibuka melalui animo penerimaan murid baru
silahkan hubungi bagian tata usaha di SMP Islam Al Azhar 22
wa cs : 0897 7277 022

https://linktr.ee/alsen22sp

https://al-azhar.or.id

Postingan Terkait